#El's

"Aku ingin berlayar mengarungi samudera yang sekarang hanya bisa ku sentuh diatas tinta warna. Bagaimana denganmu?" ucapku sambil membuka bungkus es krim untuknya.
"Aku akan membawamu berlayar memgarungi samudera dengan kapal ku." ucapnya percaya diri.
Kami berdua tertawa bersama. Sungguh hari pesiar yang indah. Ini kencan pertama kami. Tunggu. Kencan? Bukan..bukan.. Kami tidak memiliki hubungan apapun, apakah ini disebut kencan? Aku mengenalnya sudah dua tahun. Tapi, sudah satu tahun terakhir ini kami mengukir cerita bersama. Terkadang kami menyebut diri kami sebagai KHP atau Korban Patah Hati. Lucu memang. Karena semenjak dia duduk sebangku dengan ku KPH terbentuk. Aku paling suka mengganggu tidurnya di kelas dan mengganggu dia makan di kantin. Dan dia, dia sangat paling suka mengganggu aku menulis cerpen di kelas, seorang komentator yang kritis, dan peminjam setia buku catatan ku. Di tahun pertama kami disini, dia bukanlah orang yang menjadi pusat perhatian ku. Dan aku bukan titik perhatiannya. Kami mempunyai kehidupan masing-masing sampai kami membentuk KHP. Aku ditinggal pergi tanpa pesan oleh pacarku dan dia diselingkuhi pacarnya. Tidak ada bedanya bukan? Saat tahun kedua disini, kami berubah. Di semester tiga, aku memilih duduk di tengah-tengah, tidak di depan dan tidak juga di belakang. Saat itu, kursi disampingku masih kosong. Aku berharap, aku bisa duduk sendirian karena aku memang ingin SENDIRI. Tidak ingin diganggu, oleh siapa pun. Saudara asuh ku disini pun sudah berkali-kali menghiburku. Namun, aku tetap untuk menjadi seorang yang pendiam. Jahat sekali pria yang tega pergi tanpa pesan itu. Dia pikir aku disini bersenang-senang? Aku disini menjalankan pendidikan.Setelah tiga bulan aku mengikuti pembinaan mental untuk menjadi taruna, pria itu masih bisa dihubungi. Dan setelah itu aku diperbolehkan keluar kampus atau pesiar. Aku masih bisa menghubunginya. Sampai aku selesai ujian semester dua, komunikasi kami terputus. Ku kira pria itu bisa bersabar karena aku memilih pendidikan disini. Ah lupakan saja pria itu. Aku kembali menatap dia yang asyik dengan es krim nya.
"Hei, bagaimana mungkin kamu akan membawa kapal? Jurusanb kita hanya sebatas untuk mengenal kapal bukan untuk mengemudinya." Jelas ku.
"Aku akan sekolah lagi." jawabnya singkat tersenyum tipis.

------tbc

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAMBU LAUT : LORAN DAN DECCA

15-05-2015 : LULUS !

Salah Ku