Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Bukan Aku

Aku. Bukanlah orang yang kau cintai. Aku. Bukanlah orang yang kau rindukan. Aku. Bukanlah orang yang kau inginkan. Kehadiranku? Hanyalah angin sepoi-sepoi bagi mu. Kehadiranku? Hanyalah sebagai pelangi di mata mu. Kehadiranku? Hanyalah pelampiasan rasa rindu mu padanya. Dia. Orang yang kau cintai. Dia. Orang yang kau rindu. Dia. Orang yang kau inginkan. Tondano Dormitory, 31 Oktober 2017

Lego

Aku sedang membuat gedung tinggi menggunakan lego Lego punya ku 14 tahun lalu Dengan hati-hati aku menyusun nya agar tidak roboh Dengan hati-hati aku menyusun nya agar tidak berantakan Ku harap kau akan membantu ku Membantu ku untuk menjaganya Agar tidak berantakan Tondano Dormitory, 29 Oktober 2017

Salah ku

Salah ku mengenal mu.. Salah ku menyapa mu.. Salah ku jatuh cinta pada mu.. Salah ku yang tak tahu diri.. Salah ku yang terus memaksakan diri.. Salah ku yang tak bisa mengendalikan emosi.. Salah ku yang terus berharap.. Dan resiko yang harus ku terima adalah.. KECEWA Salah ku.. Tondano Dormitory, 27 Oktober 2017

Selamat Malam Kamu

Selamat malam kamu. Kamu yang baru saja tiba dari perjalanan mu. Kamu yang baru saja ku suguhi secangkir teh dan sepiring kue kering. Selamat malam kamu. Kamu yang selalu melukiskan senyum di bibir ku. Kamu yang secara tak sadar selalu melakukan itu. Selamat malam kamu. Kamu yang ternyata tak sendiri dalam perjalan mu. Aku bisa apa? Yang bisa kulakukan hanya tersenyum kepada mu, menyuguhkan dua cangkir teh dan sepiring kue kering. Semoga kamu suka. Selamat malam kamu. Aku tak berharap kamu mengingat ku di tengah bentang bintang malam ini. Aku tak berharap kamu hadir dalam mimpi ku. Selamat malam kamu. Aku selalu berdoa tentang mu. Tak perlu kau tahu apa yang ku ucapkan. Cukup aku dan Tuhan yang tahu. Tondano Dormitory, 26 Oktober 2017

Aku Hanya Singgah Tidak Untuk Tinggal

Aku hanya singgah tidak untuk tinggal Aku hanya sedang berjalan menjelajahi dunia Ternyata dunia mu tak jauh berbeda dengan yang lainnya Aku hanya singgah tidak untuk tinggal Hanya ingin melihat-lihat apakah ada yang berbeda Dan aku belum menemukannya Aku hanya singgah tidak untuk tinggal Jika kau tanya mengapa? Ku jawab karena aku tahu diri Takkan ku ganggu dan aku tak berani mengganggu Oleh karena itu aku hanya singgah tidak untuk tinggal Aku terima keadaan ini, aku terima apa yang sedang terjadi Aku tak berharap aku dan kamu menjadi KITA Karena aku hanya singgah tidak untuk tinggal Namun itu juga tergantung pada mu Aku akan singgah atau tetap tinggal Bersama mu Tondano Dormitory, 25 Oktober 2017

Selamat Tinggal

Untuk kamu yang mungkin sudah pergi jauh Selamat tinggal kenangan Untuk kamu yang pernah masuk daftar imajinasi ku Selamat tinggal harapan Untuk kamu yang mungkin takkan pernah kembali Selamat tinggal masa lalu Untuk kamu yang hanya datang lalu pergi Selamat tinggal tak perlu kembali lagi Aku disini bersama sang angin. Aku disini bersama sang awan. Aku disini bersama sang hujan. Masih bisa berdiri walau tanpa dirimu. Tondano Dormitory, 24 Oktober 2017

Teman Baru

Selamat pagi, Teman Baru Selamat beraktivitas Janganlah mengantuk di kelas Aku pun begitu Selamat  pagi, Teman Baru Ku harap semalam kau menerima pesan ku Agar sebelum tidur kau ingat pada ku Karena aku selalu memikirkan mu Selamat pagi, Teman Baru Sampai ketemu nanti siang Di lapangan hijau Bersama matahari dan para awan Yang akan menyaksikan kita bersama namun dengan batas yang tak terlihat Tondano Dormitory, 23 Oktober 2017

Baper

Aku adalah orang yang mudah jatuh cinta Berhenti menatap ku seperti itu Aku adalah orang yang mudah sakit hati Berhenti memperlakukan ku seperti itu Kamu datang. Tapi, aku sadar diri. Kamu hilang. Aku mencoba merelakan. Kita pernah saling tatap Kita pernah saing sapa Kita pernah tertawa bersama tapi belum pernah menangis bersama Sesungguhnya diantara kita terdapat tembok besar yang memisahkan kita berdua Tidak terlihat memang Tapi seharusnya itu bisa kita rasakan Maka dari itu haruslah kita menjaga jarak agar tak ada pihak yang tersakiti Entah itu aku, kamu, dia atau mereka  Tondano Dormitory, 22 Oktober 2017 Entah itu aku, kamu atau mereka

Cinta Sendiri - Kahitna

Kau ungkapkan kepadaku kan ada saatnya nanti engkau milikku satu.. Ku menunggu dalam bimbang adakah sungguhnya aku kasih yang kau inginkan.. Biar aku yang pergi bila tak juga pasti.. Adakah selama ini aku cinta sendiri.. Biar aku menepi bukan lelah menanti.. Namun apalah artinya cinta pada bayangan.. Pedih aku rasakan kenyataannya cinta tak harus selalu miliki... Ku menunggu dalam bimbang adakah sungguhnya aku kasih yang kau inginkan.. Biar aku yang pergi bila tak juga pasti.. Adakah selama ini aku cinta sendiri.. Biar aku menepi bukan lelah menanti.. Namun apalah artinya cinta pada bayangan.. Pedih aku rasakan kenyataannya cinta tak harus selalu miliki... Jujur aku tak yakin bisa.. Jalani hari tanpa dirimu.. Namun apalah artinya cinta pada bayangan.. Biar aku yang pergi bila tak juga pasti.. Adakah selama ini aku cinta sendiri.. Biar aku menepi bukan lelah menanti.. Namun apalah artinya cinta pada bayangan.. Pedih aku rasakan kenyataannya cinta tak harus selalu...

Berharap

Ada yang sedang menunggu dalam diam. Ada yang sedang menatap dari kejauhan. Ada yang tak berani mengungkapkan. Ada yang sedang menahan kecewa. Ada yang sedang berharap. Berharap dia datang. Berharap dia menyapa. Berharap dia tak pernah hilang. Nyatanya? Dia tak datang. Dia tak menyapa. Dia hilang. Salah memang aku menggantungkan harapan kepadamu. Kamu yang ku pikir terbaik. Kamu yang ku pikir berbeda. Tondano Dormitory, 20 Oktober 2017

Siklus

Aku pernah janji pada diriku sendiri untuk tidak mudah jatuh cinta lagi. Akan tetapi, aku melanggar janji itu setelah kamu datang. Iya, harusnya dia tidak datang malam itu. Tidak menemani ku saat itu. Aku hanyut akan perhatiannya. Bodoh, mungkin begitu. Setelah merasakan indahnya jatuh cinta, aku pun merasakan apa itu sakit hati. Hei, dia tidak sendiri. Ada seorang wanita disampingnya. Aku mencoba mundur. Mundur perlahan, aku pikir aku berhasil untuk menjauh darinya. Aku mencoba menatap kedepan lagi. Aku harus bangkit. Aku mencoba maju lagi tanpa dia. Iya, aku sendiri. Akan tetapi, aku tersandung lagi. Semudah inikah jatuh cinta? Kamu hadir lagi di kehidupan ku, entah untuk apa. Aku masih menjalaninya dengan biasa. Namun lama kelamaan aku merasakan sudah melewati batas kata biasa yang kuucapkan tadi. Sepertinya aku telah jatuh hati (lagi). Tak ingin kehilangan mu lagi. Tondano Dormitory, 19 Oktober 2017

Tanpa Judul

Aku pernah berpikir kalau aku akan merindukan mu. Tapi, ternyata aku salah. Aku pernah berpikir kalau aku akan melupakan mu. Tapi, ternyata aku salah. Aku pernah berpikir kalau aku akan tak lagi menemui mu. Tapi, ternyata aku salah. Kau tahu? Bumi itu berotasi. Mungkin dulu aku berpikiran seperti itu dan itu tak terjadi. Sekarang? Semua akan terjadi. Kamu akan pergi, pergi jauh, jauh dari ku. Saat kamu kembali, aku juga sempat berpikir 'kenapa kamu kembali?' 'kenapa harus ada kamu lagi?' Tapi itu merupakan kesalahan terbesar ku. Benar kata orang dulu, saat seseorang itu telah pergi, baru kita akan merasakan kehilangan dari kehadiran seseorang itu. Saat dia ada, kita seakan mengabaikan keberadaaannya. Mungkinkah aku akan merindukan mu? Mungkinkah aku akan melupakan mu? Mungkinkah aku tidak akan menemui mu lagi? Aku harap, kamu berpikiran sama dengan ku. Tondano Dormitory, 18 Oktober 2017