Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Teruntuk Kamu

Sadarkah kamu jika ada yang berubah diantara kita? Kamu akan sadar jika kamu tidak menganggap ini hal biasa. Bukannya baper atau apalah itu bahasanya, namun aku rindu KITA yang kemarin. Kita yang selalu tertawa lepas jika bersama, kita yang tak pernah habis bahan untuk bertukar cerita dan kita yang selalu saling mendukung walaupun dengan cara tersirat. Apakah selamanya akan seperti ini? Hey! Kita bertemu dengan cara baik-baik, tak mungkin kita akan berpisah dengan cara seperti ini. Aku mengaku salah. Ingat, kita punya batas. Dan kesalahanku telah melewati batas itu. Aku mengakuinya. Aku minta maaf. Tapi, bukankah kita bisa memperbaikinya? Kita kembali seperti saat kita pertama kali bertemu? Pertama kali kenalan? Pertama kali kamu menyapa ku? Belum ada waktu yang tepat untuk membicarakannya. Mereka? Sepertinya aku harus mengabaikan mereka dulu agar kita dapat kembali seperti kemarin. Kamu juga harus ingat kalau kamu juga punya batas, aku takkan melangkah jika kamu tak mengajakku melangk...

Sendu

Aku pernah bilang padamu untuk menghiraukan apa yang mereka bicarakan tentang kita. Tapi, lama-kelamaan aku sendiri yang geram dengan pembicaraan mereka tentang kita. Jujur, aku jadi malas untuk menyapa mu seperti kemarin. Mengapa? Disaat kita berdekatan saja, itu sudah membuat heboh seantero tempat ini. Padahal, apa yang mereka lihat tidaklah sama dengan apa yang kita rasakan bukan? Iya, kita harus membangun kembali jarak itu, kita harus membangun kembali tembok yang telah kita hancurkan. Bisakah kita kembali ke awal lagi? Di awal saat aku hanya sebatas tahu nama mu dan kamu hanya sebatas tahu nama ku. Tondano Dormitory, 17 Desember 2017

Dimana?

Dimana kamu disaat aku jatuh? Dimana kamu disaat aku rapuh? Dimana kamu disaat aku butuh semangatmu? Dimana kamu disaat aku tak sanggup menghadapi semua ini? Dimana kamu? Dimana? Aku tak memaksamu untuk selalu berada didekatku. Namun, adakah sedikit saja perhatianmu tertuju padaku? Kelas Musi, 14 Desember 2017

Waktu Kita Semakin Sempit

Waktu kita semakin sempit. Tak ada lagi sapaan itu. Waktu kita semakin sempit. Tak ada lagi senyuman itu. Waktu kita semakin sempit. Tak ada lagi canda itu. Waktu kita semakin sempit. Aku dengan tujuan ku. Waktu kita semakin sempit. Kamu dengan tujuan mu. Waktu kita semakin sempit. Aku pergi. Waktu kita semakin sempit. Apakah kita kan bertemu kembali? Waktu kita semakin sempit. Apakah aku akan mengingatmu? Waktu kita semakin sempit. Apakah kamu akan mengingatku? Tondano Dormitory, 8 Desember 2017