Teruntuk Kamu

Sadarkah kamu jika ada yang berubah diantara kita? Kamu akan sadar jika kamu tidak menganggap ini hal biasa. Bukannya baper atau apalah itu bahasanya, namun aku rindu KITA yang kemarin. Kita yang selalu tertawa lepas jika bersama, kita yang tak pernah habis bahan untuk bertukar cerita dan kita yang selalu saling mendukung walaupun dengan cara tersirat. Apakah selamanya akan seperti ini? Hey! Kita bertemu dengan cara baik-baik, tak mungkin kita akan berpisah dengan cara seperti ini. Aku mengaku salah. Ingat, kita punya batas. Dan kesalahanku telah melewati batas itu. Aku mengakuinya. Aku minta maaf. Tapi, bukankah kita bisa memperbaikinya? Kita kembali seperti saat kita pertama kali bertemu? Pertama kali kenalan? Pertama kali kamu menyapa ku? Belum ada waktu yang tepat untuk membicarakannya. Mereka? Sepertinya aku harus mengabaikan mereka dulu agar kita dapat kembali seperti kemarin. Kamu juga harus ingat kalau kamu juga punya batas, aku takkan melangkah jika kamu tak mengajakku melangkah. Jika aku diberi kesempatan untuk bicara padamu malam ini, detik ini, aku ingin mengatakan, "aku rindu". Aku pun tak mengerti rasa rindu apa yang meracun perasaan ku. Kita selalu bertemu, harusnya tak ada rindu. Tapi, kita tak lagi saling tatap, tak lagi saling sapa, tak lagi tukar senyum. Mungkin itu yang aku rindukan. Kalaupun kamu membaca ini, inilah yang aku inginkan. Aku ingin KITA kembali saat KITA pertama kali bertemu. Saat hanya ada kamu dan aku,dan tidak ada mereka yang mengganggu.
Teruntuk kamu....








Tondano Dormitory, 20 Desember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAMBU LAUT : LORAN DAN DECCA

15-05-2015 : LULUS !

Salah Ku