#El's 3

Speedboat kami merapat ke dermaga. Dia membantu ku naik ke dermaga. Kami kembali ke kelas untuk mengambil tas dan kembali ke serambi. Saat di persimpangan masjid aku melambaikan tangan kepadanya. Dia tersenyum dan berlalu. Tiba-tiba ada taruna tingkat satu yang menghampiriku.
"Izin kak, ada pesan dari Kak Egar. Kak Egar bilang dia mau pinjam laptop batalyon." ucap nya dengan nafas ngos-ngosan.
"Laptop nya di kamar kakak." jawabku jutek.
"Izin kak, kalau boleh biar Kiki ikut kakak ke serambi untuk ambil laptopnya." ucapnya menyusul ku berjalan.
"Terserah." aku tak menoleh ke arahnya.
                                                                                   ***
Kriiiiing...Kriiing....
Aku meraba-raba kasur ku, mencari asal suara ponsel itu. Dapat.
"Halo.." ucap ku.
Aku kaget mendengarnya. Aku melihat kearah jam dinding kamar tempat ku menginap. Aku telat. Bergegas aku ke kamar mandi dan persiapan menuju dermaga. Aku meraih tas dan ponsel ku. Menggunakan sepatu dan berlari ke lobi. Aaarggh.. Kenapa juga itu bisa masuk ke mimpi? Jadi kesiangan kan.
Sesampainya di dermaga, rekan kerja ku sudah ramai termasuk Kiki sudah ada disana.
"Kakak kemana aja? Udah belasan kali Kiki telpon kakak." Kiki memberikan tisu kepada ku.
"Ketiduran." jawab ku.
"Oh iya kak. Ini kapal yang akan kita periksa. Awak kapal nya sedang di periksa di kantor. Ada kakak asuh Kiki lho kak." jelas Kiki antusias.
"Kakak asuh? Alumni? Siapa?" tanya ku
Tak sempat Kiki menjawab, telponnya berdering.
"Izin kak." ucapnya.
Wah.. Hebat juga ada alumni yang bekerja di kapal luar negeri seperti ini. Kira-kira siapa ya? Semoga teman seangkatan. Aku masuk kedalam kapal dan melihat-lihat isi kapal sambil mengidentifikasi nya. Cek cek cek dan di cek. Aku naik keatas bagian kapal. Dari sini aku bisa melihat laut yang jauuh disana. Saat aku masih taruna aku biasanya berdiri dibagian depan speedboat dan sekarang aku bisa berdiri di atas kapal dan menikmati angin laut yang hhmmm dingiinn.. Kapan aku bisa berkeliling samudera?
"Apa kau mau berkeliling samudera bersama ku?" suara itu muncul dari balik badan ku.
Aku tak bergerak. Suara itu tak asing di telinga ku. Mata ku terasa panas, aku tak boleh menangis. Terdengar suara hentakan sepatu mendekat kearah ku. Aku berjalan maju untuk menjauh.
"Elsa.." panggilnya.
Bagaimana mungkin aku bisa memaafkan orang yang memtusukan komunikasi nya tanpa sebab kepada ku? Bagaimana mungkin aku merasakan sakit hati ini untuk kedua kalinya? Bukankah dia pernah berjanji untuk tidak melakukan apa yang telah orang lain itu lakukan? Aku benci dirinya.
"Sa, aku merindukanmu." ucapnya. Jarak kami tinggal 30cm.
Rindu? Jika rindu, mengapa tak menghubungi ku? Mengapa dia membiarkan aku tersiksa karena nya? Lima tahun aku menunggu. Apakah menurutnya itu waktu yang sebentar? Aku masih tak menoleh ke arahnya. Sakit hati. Iya, aku sakit hati. Apakah aku hidup hanya untuk disakiti? Tidak kan? Aku merasakan tangannya memegang tangan ku. Aku menghempaskan genggaman nya.
"Kamu kenapa, Sa? Apa ada orang lain?"
Apakah dia mengkhawatirkan ku?
"Kamu yang kenapa, lima tahun tanpa kabar. Aku gak sekuat ketika aku jadi taruni gar. Situasi nya udah beda." aku akhirnya bicara padanya.
Dia memegang pundakku dan mengalihkan badan ku kehadapannya. Wajah itu. Tak ada yang berubah, mungkin hanya ada kumis tipis yang belum dicukur. Aku menatap matanya, dia menatap mataku. Terakhir kali saat wisuda akbar aku menatap mata mu, Gar.Aku tak tahan lagi, air mata ku menetes. Dia tersenyum haru menghapus air mata ku.
"Aku kesini untuk kamu. Kiki menghubungiku, dia bilang dia sedang bertugas disini. Dan kapal ku sedang berlayar di dekat sini. Dia bilang ada kamu, Sa." jelas Egar sambil memegang tanganku.
                                                                            

                                                                

-------tbc

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAMBU LAUT : LORAN DAN DECCA

15-05-2015 : LULUS !

Salah Ku