#El's 4
Wisuda!!! Aku memberikan ucapan selamat kepada teman-teman ku. Kami berfoto bersama untuk membuat album kenangan. Aku melihat dia dari kejauhan. Dia berfoto bersama saudara asuh nya. Sebentar lagi kita akan berpisah, apa kita akan berjumpa kembali?
"Aku pamit ya." ucap nya sambil memberikan setangkai mawar kepada ku.
"Mau pergi jauh?" aku meraih mawar merah itu.
"Aku ingin mewujudkan impian kamu. Jadi aku akan sekolah lagi." dia tersenyum kepada ku.
Entah kenapa rasanya aku ingin menangis. Berpisah? Jauh? Aku trauma dengan ini. Aku takut ditinggal pergi lagi.
"Aku janji, aku akan menghubungi kamu. Percaya sama aku. Jangan sedih, nanti aku ikutan sedih." dia menghapus air mata ku.
Jujur, aku terharu.
Satu bulan, dua bulan, tiga bulan berlalu. Komunikasi masih lancar-lancar saja. Sampai dia pamit akan percobaan berlayar, hingga sekarang dia tiada kabar. Pembohong. Pembual. Aku benci dia. Ku hapus semua kontak nya dia ponsel ku.
***
"Pergi, ga. Aku gak mau ketemu sama kamu." aku melepas pegangan tangan Egar.
Aku berlalu dari tubuhnya. Egar menarik tangan ku kembali, dia memelukku.
"Maafkan aku, Sa. Maaf. Aku terima apapun hukuman dari kamu. Tapi, tolong jangan tinggalin aku. Aku cinta sama kamu."
Apakah dia benar-benar mencintaiku?
--tbc
"Aku pamit ya." ucap nya sambil memberikan setangkai mawar kepada ku.
"Mau pergi jauh?" aku meraih mawar merah itu.
"Aku ingin mewujudkan impian kamu. Jadi aku akan sekolah lagi." dia tersenyum kepada ku.
Entah kenapa rasanya aku ingin menangis. Berpisah? Jauh? Aku trauma dengan ini. Aku takut ditinggal pergi lagi.
"Aku janji, aku akan menghubungi kamu. Percaya sama aku. Jangan sedih, nanti aku ikutan sedih." dia menghapus air mata ku.
Jujur, aku terharu.
Satu bulan, dua bulan, tiga bulan berlalu. Komunikasi masih lancar-lancar saja. Sampai dia pamit akan percobaan berlayar, hingga sekarang dia tiada kabar. Pembohong. Pembual. Aku benci dia. Ku hapus semua kontak nya dia ponsel ku.
***
"Pergi, ga. Aku gak mau ketemu sama kamu." aku melepas pegangan tangan Egar.
Aku berlalu dari tubuhnya. Egar menarik tangan ku kembali, dia memelukku.
"Maafkan aku, Sa. Maaf. Aku terima apapun hukuman dari kamu. Tapi, tolong jangan tinggalin aku. Aku cinta sama kamu."
Apakah dia benar-benar mencintaiku?
--tbc
Komentar
Posting Komentar